Rumah Sakit: Benar-benar Sakit
ya Alloh… secara tidak langsung aku berseru lirih. mungkin pandanganku selama ini tidak terlalu intens ke kanan atau ke kiri.
seperti kata cak rohman: kalau berkendara, selalu pakai kacamata kuda. demikian juga ternyata dengan diriku yang ndeso ini. berkali-kali lewat di depan bangunan rsud dr. wahidin sudirohusodo kota mojokerto di surodinawan. berkali-kali juga tak perhatikan sesuatu perubahan. mungkin biasanya pas hujan. sehingga tidak ngeh untuk tengak-tengok. pas senin siang tadi lewat. luar biasa…debunya. ternyata…wow!
rumah sakitnya ternyata benar-benar SAKIT. sungguh satu kata yang menyakitkan. mungkin juga untuk saya, masyarakat pinggiran yang rasakan bagaimana begitu berharganya nilai. termasuk nilai sebuah bangunan yang disia-siakan.
terus aku bayangkan, berapa milyar harus dimubadzirkan.
sementara catatan dari bappenas, satu jiwa rakyat republik ini, menanggung hutang negara hampir 10 juta/jiwa.
saya tiba-tiba… jadi linglung. kemudian pikiran melayang, membumbung tinggi. andai…andai…andai… aku jadi pejabat yang ngurusi rumah sakit itu. pasti saat ini mungkin aku juga sudah SAKIT. benar-benar sakit. jiwa dan raga. sebab telah aku bunuh kesempatan hidup ratusan jiwa. berapa milyar, harus aku buang sia-sia. berapa jiwa yang aku tawan untuk mendapatkan harapan hidup. andai… para pejabat masih memiliki nurani. masih memiliki matahati. masih memiliki katahati. masih memiliki keberpihakan pada masyarakat pinggiran. yang begitu susah payah untuk memperoleh layanan ‘minimal’ kesehatan di rumah sakit.
There Are 11 Responses So Far.
MQ Hidayat
Kayae smua layanan publik yg berlabel “negri” atau sejenis sering kayak bgini.
Apa semua perlu diswastanisasi ben lebih bagus?
tapi bayare yo mesti tambah larang.
ekosulistio
lha pemerintahannya saja juga sakit….., apalagi pejabat yg mengelolahnya…
March 10th, 2009 - 10:53 am WIBnuzulul
mas eko: pemerintahannya tidak sakit. yang sakit, yang njalankan.
mas nit: pepatah juga bilang, ada uang rumah sakit dibangun. uangnya habis rumah sakit dibongkar.
mas dayat: labelnya yang bener, ‘negeri impian’.
mas gajah: postingan rumah sakitnya kayaknya yang ndak bener.
Yulianto
Pancene ga payu rumah sakite… aku bendino lewat kono, ono berita maneh cak tentang RS di mjkt, tepate di RSUD Mojosari, 7 bayi meninggal selama sebulan, walah2 lek ngopeni bayine piye iku kok sampek akeh sing meninggal, sayang ga sempat nyimpen beritae (beritae teko jawapos.com)
March 14th, 2009 - 2:06 pm WIBLolids
Iyo mas.. saiki rumah sakit-te tambah koyok ngunu seng nang surodinawan…
ngunu iku gak hambur-hamburkan duek ta????? lek opo iku….
Nb; mas lek nggawe avatar supoyo metu nang comments ne lek opo??? maklum mas newbie.. aku wes register mas id: lolids
matersuwon.. Hidoep blogger mojokerto.
March 15th, 2009 - 11:30 am WIBirdix
http://www.mojokertokota.go.id/news/index.php?act=news_detail&p_id=nw2009031708560179
wis maos iki ta??
kok rodok ga jelas ngene.. tapi mboh wes..
nuzulul
mbak ir: sampun mbak. sebagian referensi didapatkan dari ‘orang dalam’. alhamdulillah, respons juga kahirnya…di portal resmi pemkot. kami tulis ini bukan karena benci. namun semata-mata untuk memberikan kontrol terhadap apa saja yang dilakukan oleh birokrat. sehingga renstra yang disusun tidak menjadi ‘mainan’. kalo toh memang sudah ada renstra yang baku. tentu hal tersebut tidak seharusnya terjadi.
lolids: mohon mas admin tuk jelaskan. don’t worry. i’m a just e new b too. dan yang new-b2, jangan sungkan sungkan untuk gabung. kita galang persatuan dan persaudaraan sesama blogger mojokerto.
mamaopy: jangan ah… apalagi dukun nomor he…7x.
mas yul: mmm…begitulah. sebagian besar dari keluarga tidak mampu. makanya kadang ada guyonan: di repubik ini, tolong yang miskin untuk tidak sakit!
Hendra W Saputro
Bagus Mas. Salut atas keprihatinannya. Wahai Ponari, tetaplah engkau sehat Nak, agar mampu berikan harapan bagi yang sakit. Wahai warga semua, masihkah engkau percaya kepada pemerintah untuk kesehatanmu ?
March 20th, 2009 - 3:02 am WIB


