Bangkitkan Citizen Journalism di Mojokerto
Semua pada kenalan. Bismillahirrohmanirohim, maaf bahasa Arab saya belepotan. Nama saya Hendra W Saputro yang lahir di sebuah desa dekat terminal Mojokerto, bernama Jabon. Namun nasib awak mengharuskan berpindah rumah mengikuti orang tua sebagai PNS Pertanian ke Mojolebak (Jetis), trus Kupang (Jetis) dan terakhir berlabuh di Pondok Teratai, Mojokerto.
Alhamdulillah, nasib membawa saya pergi ke tiga dunia dan budaya, Mojokerto-Bali-Alam Maya (sebagai belogger). “Mai ngeblog, apang sing belog“, begitu bahasa Bali bilang. Yang artinya, Ayo nge-Blog biar tidak goblok hehehe. Perjalanan sampai Bali karena “cangkul, ladang, sawah, kebun” berada disana dan Mojokerto adalah kawah romantisme sejarah hidup.
Ketika langkah nyata menyatukan Blogger Mojokerto terwujud, saya bahagia sekali. Karena salah satu daya dongkrak eksistensi Mojokerto berada di tanggan Blogger. Mereka adalah penulis, terlepas itu dari kelebihan dan kekurangan dalam teknik penyajian sebuah berita. Sedangkan keberadaan potensi daerah akan diketahui mayoritas melalui media. Ya ini, blog adalah salah satu kekuatan dari Mojokerto. Believe it or not !.
Blogger biasanya memperkuat diri dalam kreativitas publikasi (data digital), kekerabatan, dan independen. Semua rasa dikerahkan untuk menghasilkan sebuah berita. Insting humanis dirupakan melalui interaksi penuh keakraban dengan sesama. Dengan independensinya, dia bebas berolah bahasa, meski media komersial (mainstream media) menguasai kehidupan nyata. Dari semua itu, lahirlah jiwa jurnalisme-nya. Tanpa disadari, Blogger adalah jurnalis/wartawan bagi dirinya sendiri dan bahkan bagi pembacanya (masyarakat).
Maka, Blogger adalah seorang warga dalam tatanan masyarakat. Warga yang ingin berkreasi dalam jurnalisme (Citizen Journalism). Ayo, teriak kan Mojokerto … apa adanya sesuai keinginanmu, namun dapat dipertanggungjawabkan kepada dirimu sendiri, Allah SWT dan masyarakat yang menaungimu. Jangan harapkan sesuatu pada siapapun juga, terlebih pada pemerintah.
Piss ….
There Are 9 Responses So Far.
Agung Mojosari
Wah, kok fotonya gak asli orangnya? ixixixi….. ya wes gpp.. ![]()
makasih ya mas udah mau berbagi dan memberi suntikan moral kepada saya dan kami yang newbie-newbie ini….
piss juga ah…
*bukan pipis lho ya….hehe*
MQ Hidayat
weih, akhirnya. posting perkenalan juga.
Tapi maaf, fotone tak tambahi. ![]()
Lha, ben liyane podho ngerti. Asli, aku gak onok maksut liyo.
Oia, ternyata kita “seprofesi”. hehehe.. ![]()
Arek TP seng gak jelas ke-TP-ane. Malah lebih suka ke IT.
Salut buat mas Hendra. Kapan2 aku meguru yo mas?
noe2
Salam kenal mas, waktu lihat foto yang atas tak kirain sampean orang NOGE irian jaya, eh.. ternyata wong moxer juga.
March 3rd, 2009 - 6:20 pm WIBDhekHajir
okey keren blasteran bali hehehehee
saya kapan ya di pajang disitu
March 3rd, 2009 - 10:19 pm WIBHendra W Saputro
@Agung : Halah-halah mas, aku ki dudu dokter yg suka nyuntik. Mengko nek wis nikah, baru ngerti rasane nyuntik. Hhhiihi
@Ayub : Sorry mas, aku ndek teratai indah.
@MQ : Iyo mas, gak papa, matur nuwun. You are the best and wise. Hidup TePe !! Teknologi Pertanian Nyasar nang Ngeblog. Byuh…
@Moeghan : Enkk, iku dalam posisi kademen mas. Belum klo modot. Iso pecah kothek’an bos hihihi.
@Noe2 : Asline, jiwa ku tuh irian mas. Jiwa yang tradisionalis, sejuk lan apa adanya. Tercermin dari cara berpakaianku di foto paling atas.
@DhekHajir : Aku dudu plesteran mas. Aku asli mojokerto kok.
cak rohman
sepakat, kita bisa pnya versi berita sendiri dg etika yg kita buat sndiri.
wartawan skrg jg banyak yg gak fear, dg jualan berita ato wartawan bodrek, dll



