Kumbang di Hari Minggu
Dari dulu saya selalu malu-malu tiap kali bertemu mereka. Sebab mereka semua rata-rata sudah berumur, dan semua anggota mereka adalah para pria. Tentu saja akan tidak etis jika saya menyapa mereka duluan.
Tapi ini kali lain. Entah mengapa, saya tiba-tiba saja tertarik mendekati mereka, ketika mereka sedang berkumpul di depan Pendopo Kabupaten Mojokerto yang megah itu.
Yah, mereka telah selesai melakukan ritual mereka, mengelilingi jalan-jalan utama kota.
“Pak, saya boleh moto sepedanya, ya?” Saya beranikan diri menyapa mereka setelah memarkir sepeda kuning saya.

“Oh, iya Mbak.. Silahkan. Jangan lupa orangnya juga ya.”
Mereka pun berpose dengan manis, beberapa tampak memasang kaca mata hitamnya, supaya terlihat keren. Ah, mereka memang keren.

Mereka adalah para punggawa Komunitas Sepeda Tua Mojokerto. Sama seperti saya yang hobi bersepeda, mereka pun selalu menyempatkan diri untuk bersepeda bersama tiap hari Minggu. Komunitas mereka bukanlah komunitas yang kecil meskipun saat saya menemui mereka, hanya beberapa saja yang ikut.
Pak Dar, seorang Bapak paruh baya yang rela saya culik sebentar dari dua orang cucunya, menjelaskan bahwa beberapa saat ke depan mereka akan ikut touring ke Solo dan Jogja.
“Sepedanya dinaikin, Pak?” Saya bertanya polos.
“Ya iyalah..” kata Pak Dar sambil tertawa.
Hanya satu yang ada dalam benak saya saat itu. Bersepeda kumbang, sambil memakai blangkon dan destar loreng zaman dulu, membunyikan belnya, membonceng seorang perempuan yang di sepanjang jalan akan disapa ‘Nyai’, di tepian sawah hijau yang udaranya sejuk…. Hua…berasa hidup di zaman Nyai Ontosoroh, Minke dan Annelies dalam novel Pramoedya Ananta Toer.
“Mbak…”
“Eh, iya Pak, maaf.. Sayanya melamun” Saya nyengir kuda. Kemudian izin pamit pulang untuk menyelesaikan satu lap terakhir saya dengan si kuning.
“Jangan lupa Mbak, kita tiap Sabtu kumpul di Beteng Pancasila. Dan tiap Minggu bersepeda bersama. Datang aja Mbak.. Kalaupun Minggu mau bersepeda bersama, gabung aja. Walaupun makai sepeda kumbang, sepeda bunga, sepeda singa juga nggak apa-apa..”
Saya kembali nyengir kuda.
Tawaran mereka tampaknya sangat menyenangkan. Jadi.. Apakah ada di antara bloggerwan dan bloggerwati Mojokerto yang mau ikut saya bersepeda?
There Are 4 Responses So Far.
Fajar Romadon
Wuich…. melu yo gelem aq….. soale aq juga hobi sepedahan pancal, ke kampus aja sepedah pancal….
February 23rd, 2010 - 9:48 am WIBcak rohman
ayo ikut bersepeda, irit, sehat, ramah lingkungan dan lirak-lirik kanan kiri !!!!! hihi
February 25th, 2010 - 11:10 pm WIBMoeghan
komunitasnya seru sepertinya … palagi bisa touring ke Solo dan Jogja pake ontel ………
March 1st, 2010 - 12:04 am WIB


